Selasa, 18 Januari 2011

20 Cara Membahagiakan Istri Anda

Rumahku Surgaku. Itulah harapan sebuah pernikahan. Memang, tidak mudah untuk mewujudkan harapan tersebut, bisa-bisa rumahku menjadi nerakaku. Dibutuhkan kerjasama yang harmonis diantara suami dan istri ketika mengarungi bahtera pernikahan. Selain itu, dibutuhkan pemahaman mengenai cara memelihara pernikahan agar tetap harmonis dan tahan terhadap badai ujian. Berikut penjelasan praktis dan padat karya Syekh Umar Bakri Muhammad "Nasihat Indah Untuk Suami Istri" yang diterbitkan oleh Cakrawala Publishing.
Rasulullah SAW bersabda :
“ Yang terbaik di antara kalian adalah yang paling baik (perlakuannya) terhadap istri-istrinya dan aku adalah yang terbaik di antara kalian terhadap istri-istriku.”
Rasullullah SAW juga bersabda :
“ Tidak ada yang memuliakan wanita dengan sejati kecuali laki-laki yang pemurah (dermawan) dan tak seorangpun yang menghina mereka (wanita) kecuali laki-laki yang kasar.”
Tugas-tugas seorang suami kepada istrinya :
1.Hendaklah Anda selalu memperlihatkanlah wajah yang menyenangkan ketika masuk ke rumah, ucapkan salam Islam “assalaamu’alaikum” dengan senyuman yang manis, raih tangannya dan peluklah istri Anda dengan mesra.
2.Ketika berbicara, untaikan kalimat yang manis serta memikat istri Anda. Usahakan istri Anda merasa benar-benar diperhatikan dan menjadikannya wanita paling khusus untuk Anda. Untaian kalimat yang disampaikan kepadanya hendaknya jelas (ulangi jika perlu) dan panggillah istri Anda dengan sebutan yang dia sukai seperti ; manisku, sayangku, cintaku dan lain sebagainya.
3.Meskipun Anda mempunyai beban kerja yang banyak, luangkanlah waktu untuk beramah tamah dan bercengkerama dengan istri Anda. Hal ini juga dilakukan oleh Rasulullah SAW dimana beliau juga beramah tamah dan menghabiskan waktu bersama para istri beliau, meskipun pada saat itu beliau juga penuh dengan pekerjaan serta beban tanggung jawab yang sangat besar.
4.Mainkanlah suatu permainan ataupun selingan yang menggembirakan bersama istri Anda. Hal ini dinyatakan dalam suatu hadist bahwa Rasullah SAW bersabda :
“ Semua hal yang di dalamnya tidak menyebut nama Allah SWT, adalah suatu kesia-siaan, kecuali dalam empat hal : seorang laki-laki yang sedang bermain dengan istrinya, melatih kuda, membidik di antara dua sasaran, serta mengajarkan berenang.”
5.Membantu pekerjaan sehari-hari rumah tangga. Usahakan Anda membantu dan menolong istri Anda dengan tugas-tugas keseharian rumah tangga Anda, seperti membeli makanan, mempersiapkan makanan, membersihkan serta mengatur rumah, dan lain sebagainya. Hal-hal seperti ini akan membawa kebahagiaan tersendiri pada diri istri Anda dan tentu saja akan semakin memperkuat cinta Anda dan hubungan Anda bersama sang Istri.
6.Usahakan musyawarah selalu menghiasi rumah tangga Anda. Bermusyawarahlah dengan istri Anda, dalam setiap permasalahan. Pendapat yang di sampaikan Ummu Salamah kepada Rasulullah SAW pada saat perjanjian Hudaibiyyah adalah suatu kejadian yang sangat terkenal. Hal ini merupakan cara yang dicontohkan oleh Rasulullah SAW untuk bermusyawarah dengan para istri dan para sahabat beliau.
7.Ketika Istri Anda sedang berkunjung ke tempat saudaranya, teman-temannya, serta orang-orang saleh, maka temanilah istri Anda.
8.Tata cara melakukan perjalanan dan meninggalkan istri di rumah. Jika Anda tidak bisa membawa serta istri Anda dalam perjalanan, maka ucapkanlah selamat tinggal dengan penuh rasa sayang, bekalilah istri Anda dengan persediaan kebutuhan sehari-hari dan uang secukupnya, mintalah istri Anda untuk mendo’akan Anda, sering-seringlah untuk menghubungi istri Anda. Jangan lupa untuk meminta pertolongan kepada orang yang Anda percayai untuk menjaga keluarga Anda selama Anda bepergian. Persingkat perjalanan Anda jika dirasa sudah tidak penting lagi dan pulanglah dengan membawa oleh-oleh. Hindari untuk pulang pada malam hari atau pada saat-saat yang tidak diharapkan.
9.Dukungan keuangan. Tumbuhkanlah sikap dermawan pada diri Anda (tidak pelit) dalam urusan pengeluaran rumah tangga Anda, tentunya harus sesuai dengan kemampuan keuangan Anda. Dukungan keuangan yang baik (tidak boros tentunya) akan sangat berguna untuk memelihara kestabilan perkawinan Anda.
10.Buatlah diri Anda agar selalu berbau harum dan perindah penampilan Anda . Allah SWT itu indah dan Dia menyukai keindahan. Maka selalu bersihlah Anda, rapi, dan pakailah parfum. Ibnu Abbas r.a. berkata :
“ saya menyukai keindahan diri saya sendiri untuk istri saya, seperti halnya saya menyukai keindahan istri saya untuk saya.”
11.Tentang hubungan seksual. Merupakan tugas dari suami untuk mencukupi kebutuhan serta hasrat seksual sang istri. Bisa jadi sekali waktu istri Anda sedang berada dalam masa yang sangat prima berkenaan dengan kesehatan fisik dan psikologisnya.
12.Penuh perhatian. Seorang suami muslim harus sangat perhatian dan penuh perasaan terhadap istrinya. Istri Anda pasti mengalami dan melewati bermacam-macam perubahan baik secara fisik dan psikologis. Pada saat-saat seperti itu, istri Anda sangat memerlukan suatu perlakuan yang mesra dan penuh perhatian, agar istri Anda bisa menghapus kesusahan dan kesedihan yang sedang dialaminya, serta menenangkan perasaannya yang mudah tersentuh.
13.Jagalah kerahasiaan perkawinan Anda. Diriwayatkan dalam sebuah hadist oleh Abu Sa’id Al-Khudry bahwa Rasulullah SAW bersabda :
“ Sungguh di antara orang yang paling buruk di hadapan Allah SWT pada saat hari kebangkitan adalah laki-laki yang mendatangi istrinya untuk melakukan hubungan badan, dan dia membeberkan rahasia itu (tentang hubungan badan) kepada yang lain.”
14.Bekerja sama dalam melakukan ibadah kepada Allah SWT, sholat berjama’ah dan selalu tingkatkan aktifitas Anda dalam beribadah kepada Allah SWT, seperti bersedekah, dzikir (mengingat Allah SWT), dan sholat pada malam hari (qiyamul lail). Rasulullah SAW bersabda :
“ Semoga rahmat Allah SWT dilimpahkan kepada laki-laki yang bangun pada malam hari dan membangunkan istrinya untuk sholat bersamanya, dan jika dia menolak maka percikkan air ke wajahnya”.
15.Selalu menunjukkan rasa hormat kepada keluarga dan teman istri Anda.
16.Usahakan untuk mendidik istri Anda tentang islam dan berilah istri Anda nasehat-nasehat.
17.Cemburu yang sewajarnya.
18.Bersabar dan berlaku lembutlah kepada istri Anda. Kendalikan amarah Anda dan buatlah sang istri untuk menghilangkan keragu-raguannya terhadap Anda, dan nasehatilah dia ketika melakukan suatu kesalahan.
19.Jadilah pema’af dan tegurlah istri Anda dengan cara yang baik dan sampaikan pada saat yang benar-benar tepat.
20.Jadilah seorang suami muslim yang sejati, dan terapkan semua yang pernah dibaca dan dipahami tentang Islam, dengan arif dan bijaksana.

dikutip dari: Almuhajirun

20 Cara Membahagiakan Suami Anda


Tidak lengkap rasanya jika ada 20 cara membahagiakan istri Anda, tidak ada 20 cara membahagiakan suami Anda. Berikut masih dalam buku yang sama, "Nasihat Indah Untuk Suami Istri", karya Syekh Umar Bakri Muhammad, bagaimana para istri memikat suami mereka. Semoga bermanfaat!
1. Anda adalah sekuntum mawar yang sedang bersinar di rumah Anda. Buatlah disaat suami Anda  masuk ke rumah, dia merasa bahwa kecantikan dan keharuman mawar tersebut, tidak bukan dan tidak lain hanyalah untuknya seorang.
2. Bagaimana caranya agar suami Anda itu bisa merasa damai dan nyaman, baik dengan perbuatan ataupun dengan kata-kata ? Hal itulah yang secara terus menerus Anda selalu usahakan untuk suami Anda. Untuk kesempurnaannya, lakukan itu dengan sepenuh jiwa.
3. Sopan dan penuh perhatianlah Anda ketika berbincang-bincang  dan berdiskusi, jauhkanlah perdebatan dan sikap keras kepala untuk mengemukakan pendapat Anda.
4. Pahami  kebenaran dan keindahan prinsip-prinsip Islam di balik kelebihan sang suami terhadap Anda selaku istri, yang memang terkait dengan kodrat seorang wanita, dan janganlah hal ini dianggap sebagai sesuatu yang dzolim (penindasan).
5. Lembutkanlah suara Anda ketika berbicara dengan sang suami dan pastikan suara Anda tidak meninggi pada saat dia bersama Anda.
6. Pastikan Anda bangun pada malam hari untuk melakukan sholat malam secara rutin, hal ini akan membawa kecerahan dan kebahagiaan pada perkawinan Anda, sungguh mengingat Allah SWT akan membawa ketenangan pada hati Anda.
7. Bersikaplah diam ketika suami Anda sedang marah dan jangan tidur kecuali dia mengijinkannya.
8. Berdirilah dekat suami Anda ketika dia sedang memakai baju dan sepatunya.
9. Buatlah suami Anda merasa bahwa Anda menginginkan sang suami untuk mengenakan baju yang Anda pilih buat dia, pilihlah pakaian itu oleh Anda sendiri.
10. Anda harus sensitif dan memahami kebutuhan suami Anda, untuk menjadikan pernikahan Anda menjadi yang terbaik tanpa menghabiskan waktu Anda.
11. Ketika ada perselisihan pendapat, hendaknya Anda tidak menunggu agar sang suami meminta ma’af kepada Anda (jangan jadikan hal ini sebagai prioritas utama harapan Anda) kecuali kalau suami Anda secara sadar mengakuinya.
12. Rawatlah penampilan dan pakaian suami Anda, biarpun kelihatannya suami Anda malas untuk merawat dan memakainya, tapi yakinlah bahwa dia akan menyukainya sebagaimana teman-temannya juga akan menyukainya.
13. Hendaknya Anda tidak selalu mengandalkan suami Anda untuk berkeinginan melakukan hubungan badan,  sekali-kali Anda mulailah lebih dulu, tentu pada saat  yang tepat.
14. Di malam hari, jadilah seperti pengantin baru buat suami Anda, janganlah Anda beranjak tidur lebih dulu dari sang suami, kecuali kalau dirasa sangat perlu.
15. Janganlah menunggu atau mengharapkan balasan dari semua perbuatan dan kebiasaan baik Anda,  banyak suami karena kesibukan kerjanya, gampang melupakan untuk melakukan hal tersebut,  atau secara tidak sengaja lupa untuk menyampaikan penghargaan yang semestinya kepada Anda.
16. Hendaknya berbuat sesuai dengan keadaan dan kemampuan keuangan yang ada, dan jangan meminta sesuatu yang berlebihan dan mahal.
17. Ketika suami Anda baru pulang dari perjalanan yang lama ataupun bepergian dari tempat yang jauh, sambutlah dia dengan wajah yang ceria dan tunjukkanlah bahwa Anda sangat merindukan kedatangannya.
18. Ingatlah selalu bahwa keberadaan sang suami adalah salah satu sarana mendekatkan diri Anda kepada Allah SWT.
19. Pastikan Anda untuk selalu memperbaharui dan merubah bentuk penampilan Anda, sebagai tanda dan ungkapan  kasih Anda menyambut suami tercinta.
20. Ketika sang suami meminta sesuatu untuk melakukan hal-hal tertentu, maka pastikan Anda melakukannya dengan sigap dan sepenuh hati,  jangan sampai Anda merasa enggan dan lamban.

Source: Almuhajirun

Rabu, 18 Februari 2009

Menanggapi Fatwa Haram GOLPUT oleh MUI

Keanehan-keanehan dan pertentangan muncul mempertanyakan fatwa tersebut. Pertanyaan-pertanyaan muncul kenapa MUI mengeluarkan fatwa mengharamkan Golput di saat mendekati pemilu? Jikalau memang harus keluar fatwa tersebut kenapa tidak dimunculkan 10tahun atau bahkan jauh sebelum itu? Apakah sebenarnya yang melatarbelakangi muncul fatwa itu? Disini saya ingin berusaha memaparkan sedikit analisis saya terhadap fatwa tersebut.
Kinerja para wakil rakyat yang bisa di bilang “asal asalan” dengan fakta akhir – akhir ini para anggota dewan banyak bertindak amoral, selingkuh, korupsi, pemerasan. Mengajukan Anggaran untuk keperluan dewan yang seenaknya, menaikkan gaji/tunjangan,dll. Produk Undang-undang yang di hasilkan terbukti tidak lagi fleksible dengan keadaan yang sekarang terbukti berulang kali DPR RI merevisi UU antara UU 1 dan yang lain (yang menurut para ahli hukum banyak yang menimbulkan multi tafsir/bertentangan dengan UU yang lain) terbukti dengan banyaknya pengajuan yudisial review ke Makamah Konstitusi. Anehnya fatwa tersebut keluar sebelum Pemilu legislatif&Presiden yang diikuti dengan turunnya tingkat kepercayaan masyarakat pada anggota dewan.
Siapa yang tidak tergiur dengan posisi Dewan sana (DPD/DPRD/DPR RI) kerja santai-santai, rapat sambil baca koran/smsan/tidur dengan gaji yang luar biasa besarnya dengan tunjangan yang dapat mencukupi + 5 kepala keluarga/bulan. Benar apabila seluruh media massa mempertanyakan fatwa tersebut. Seolah-olah ada unsur tekanan politik dan sarat dengan kepentingan golongan-golongan tertentu. Berikut Analisa saya mengenai keluarnya Fatwa MUI :
Fatwa di keluarkan atas adanya tekanan politik
Benar sekali apabila dikaitkan dengan adanya tekanan politik. Saya akan memberikan suatu gambaran sebagai berikut : katakanlah jumlah pemilih 100juta. Yang golput mencapai 30%/30juta pemilih maka sisanya 70juta/70% dari 70% tersebut capres harus mendapat dukungan lebih dari 50% jumlah pemilih dari 70juta pemilih (apabila calon berjumlah 2 orang) atau sama dengan 50% x 70 juta = 35juta lebih 1 untuk memenangkan pemilu. itu berarti penduduk/pemilih yang mendukung pemerintahan terpilih hanya 35 juta lebih 1 dan yang tidak mendukung pemerintahan besaranya 64999999 (golput+yang tidak mendukung) dengan kata lain pemerintah terpilih tidak mutlak/absolut dukungan rakyat.
Dari hasil gambaran tersebut maka apabila terjadi kesalahan kebijakan pemerintah yang tidak berpihak pada rakyat/merugikan rakyat maka Pemerintah dapat digulingkan dengan demonstrasi/kudeta militer/revolusi. Dengan adanya tindakan rakyat tersebut maka negara dalam keadaan darurat, kacau bahkan krisis kepercayaan/politik.
Sama halnya dengan gambaran di atas DIPERKIRAKAN sekelompok politisi yang mungkin tergabung dalam MUI/tidak, secara langsung/tidak langsung/alih-alih kekacauan yang akan ditimbulkan akibat Golput/syarat kepentingan individu para politisi MENEKAN MUI untuk mengeluarkan fatwa haram Golput. Ataukah mungkin politisi itu sendiri adalah para anggota MUI ? Walallahu a’alam….
Adanya Maksud para revolusioner
Saya sebagai mahasiswa IT punya pedoman apabila ingin mengacaukan suatu sistem komputer/program maka kita harus memasuki sistem/program tersebut salah satunya dengan virus yang selanjutnya dapat memungkinkan kita gunakan untuk merombak segala yang ada di dalam sistem/program. Sama dengan halnya politik/sistem ketatanegaraan, untuk mengubah suatu sistem maka kita harus memasuki sistem tersebut. Salah satunya dengan memasuki kader-kader partai hingga batas yang minimal dalam pengambilan suara. Dengan begitu apabila akan mengubah sebuah struktur ketatanegaraan/UU dapat dengan mudah di lakukan terkecuali dengan adanya demonstrasi besar-besaran. Hal ini dibutuhkan peran serta masyarakat agar para revolusioner masuk dalam pemerintahan. Tujuannya untuk mendapatkan modal keuangan untuk melakukan revolusi. Apabila terjadi demikian(revolusi) ya sudahlah di awal revolusi kacau pula negara kita.
Secara pribadi saya cenderung akan memilih Golput dikarenakan sesuai dengan alasan di atas dan firman Allah :
“...Barang siapa tidak memutuskan dengan apa yang di turunkan Allah, maka mereka itulah orang-orang kafir.” (Q.S Al Maidah 44)
dan
“…Barang siapa tidak memutuskan perkara menurut apa yang diturunkan Allah maka mereka itulah orang-orang zalim.” (Q.S Al Maidah 45)
sistem ekonomi, pemerintahan dan hukum negara kita bukanlah bersumber atas Al Qur’an dan Hadist. Berdasarkan di atas maka saya nyatakan disini MEMILIH PEMIMPIN YANG TIDAK MEMERINTAH BERDASARKAN WAHYU ALLAH SAMA DENGAN KAFIR DAN ZALIM. Hal ini sesuai dengan sabda rosulullah :
“Barangsiapa yang menyerupai suatu kaum maka ia termasuk kelompok mereka.” (H.R Ahmad, Abu Daud)
Seseorang yang terlibat dalam proses politik demokrasi, berarti telah menghianati keyakinan dan kewajiban keagamaan mereka. Dikarenakan Nasionalisme di pandang bertentangan dengan konsep umat yang berdasarkan kesamaan agama (ukhuwwah islamiyah). Kedaulatan rakyat di nilai mengingkari kedaulatan Tuhan dan demokrasi yang berbasis pemenangan suara mayoritas diperhadapkan dengan keharusan memenangkan kebenaran yang bersumber dari Islam. Karna itu Seseorang yang memilih pemimpin meskipun pemimpin itu seorang ulama/orang terbaik di Indonesia ini namun menjalankan sistem yang kufur sama dengan mendukung sistem kufur itu terus berjalan.
Dan saya berpendapat bahwa Fatwa MUI menurut saya cacat dan bertentangan dengan Al Qur’an kenapa? Karna MUI memakai dasar Hadist Rosul yang langsung bertentangan dengan firman Allah. Hadist tersebut hanya berlaku pada negara/pemerintahan yang berdasarkan Al Qur’an dan Hadist(Menjalankan Syariat) bukan untuk di jalankan pada negara yang berdasarkan sistem kufur. Naudzubillah…. Apakah engkau para Ulama yang tergabung dalam MUI tidak memikirkan akan Ayat-Ayat tersebut?
Haram Golput lebih pantas di berlakukan pada suatu negara islam/menjalankan negaranya yang menurut syariat namun di pimpin oleh kaum kafir. Memilih Pemimpin yang islamipun/benar namun tetap menjalankan pemerintahan tidak berdasarkan wahyu Allah sama dengan kafir/zalim. Akan lebih membawa keburukan kepada umat dari pada kebaikan. Fatwa MUI hanya berlaku apabila negara kita negara yang berlandaskan Al Qur’an dan Hadist(sistem/menurut syariat islam) dan pemimpin kita menjalankan sesuai dengan syariat. SAYA LEBIH BAIK MEMILIH PEMIMPIN YANG KAFIR (NON ISLAM) NAMUN MENJALANKAN PEMERINTAHAN MENURUT AL QUR’AN DAN HADIST(SYARIAT ISLAM). DARI PADA MEMILIH PEMIMPIN BENAR/ULAMA NAMUN MENJALANKAN SISTEM KUFUR.
Seperti yang kita ketahui sistem ekonomi yang di anut oleh negara kita adalah kapitalisme yang penuh dengan riba. Sedangkan para ulama yang tergabung dalam MUI mengharamkan Golput semata-mata takut terjadi kekacauan. WAHAI ENGKAU PARA ULAMA INDONESIA KENAPA ENGKAU HANTARKAN UMAT PADA KEKAFIRAN? ENGKAU TAK LAGI JADI PANUTAN….Semoga Allah segera memberi kalian semua hidayah dan bersegeralah bertaubat.
Sedangkan negara kita saat ini tidak berdasarkan syariat islam(Al Qur’an dan Hadist) melainkan demokrasi pancasila karna itu apabila Pemimpin kita menjalankan pemerintahan sesuai dengan syariat islam di anggap bertentangan dengan konstitusi kita. Seperti fenomena akhir-akhir ini ada beberapa Pemerintah Daerah yang menerapkan hukum syariat islam dapat tentangan dari berbagai pihak yang tak menyetujuinya dengan alasan yang sama (bertentangan dengan konstitusi) ADAKAH PEMIMPIN YANG BERANI MENENTANG KONSTITUSI DAN MELAKUKAN REVOLUSI ISLAM SEPERTI HALNYA IRAN ? Saya tunggu gebrakan anda para pemimpin…. Dan saya akan mendukung sepenuhnya apabila revolusi itu benar-benar terjadi. Dalam hal ini bukan masalah lepas tanggung jawab/tidak, masalahnya MUI menurit saya terlalu tergesa-gesa dengan fatwa tersebut.
Terakhir saran saya hendaknya anda (MUI) berhati-hatilah dalam mengeluarkan Fatwa. Janganlah engkau mempermalukan/mempersulit diri sendiri. Pertanyaan lain akan muncul BAGAIMANA HUKUM PARA ULAMA/UMAT ISLAM YANG MENJALANKAN PEMERINTAHAN TIDAK BERDASARKAN SYARIAT ? penuh dengan RIBA, dan lain-lain. Sungguh MERAKA TELAH KAFIR DAN ZALIM. Inilah yang seharusnya engkau(MUI) fatwakan. Tidakkah engkau para ulama MUI lebih cerdas di antara kami sekalian ? Dengan penuh dengan rasa hormat dan penuh kecintaan saya pada MUI mohon di tinjau kembali fatwa tersebut.

Rabu, 11 Februari 2009

Teruntuk Semua Anggota Relawan

Assalamualaikum Wr.Wb

Bagaimana kabar para mujahid kemanusiaan?semoga Allah SWT senantiasa memberi kekuatan...KNRP, MER-C,HTI,IM,semua yang berjuang tuk saudara-saudara kita di palestina. Aku Bangga dengan perjuangan kalian dan teruskan perjuangan kalian. Janganlah mengenal lelah... Buatlah para penghuni surga cemburu dan iri dengan perjuangan kalian. Aku Tunggu Aksi-Aksi selanjutnya....

Allahu Akbar!!