Jumat, 25 Februari 2011

Langkah-langkah Metode Mind Mapping


Sebelum membahas langkah-langkah mind mapping terlebih dahulu akan diuraikan mengenai elemen-elemen mind map, yaaitu:
1)      Pusat Peta Pikiran
Pusat peta pikiran ini merupakan gagasan utama atau ide. Pusat peta pikiran dapat berupa teks atau suatu gambar.

2)      Cabang Utama
Cabang utama adalah cabang tingkat utama yang langsung memancar dari pusat peta pikiran. Garis-garis pada cabang utama gambarkan dengan menarik, masing-masing cabang diberi simbol, dan beragam corak.
1)      Cabang
Cabang merupakan pancaran dari cabang utama, dapat ditulis ke segala arah dan uasahakan meliuk bukan sekedar garis lurus.Panjang cabang sesuia dengan panjang kata kunci dan sebaiknya warna cabang sama dengan warna cabang utama.
2)      Kata
Setiap cabang berisi satu kata kunci dan ditulis diatas cabang.
3)      Gambar
Tidak ada batasan tentang penggunaan gambar, sesuai yang dikehendaki dan disukai. Usahakan gambar tersebut visualisasi dari kata kunci pada cabang.
4)      Warna
Gunakan warna-warni yang menarik dalam peta pikiran. Semakin berwarna semakin hidup dan menarik.
Mind map dalam membuatannya, hendaknya menggunakan pensil warna dan dimulai dari bagian tengah kertas. Berikut adalah langkah-langkah cara membuatnya, yaitu:
1)      Tulis gagasan utama di tengah-tengah kertas dan lingkupilah dengan lingkaran, persegi atau bentuk lain.
2)      Tambahkan sebuah cabang yang kelur dari pusatnya untuk setiap poin atau gagasan utama. Gunakan warna yang berbeda untuk tiap-tiap cabang.
3)      Tulislah kata kunci atau frase pada tiap-tiap cabang yang dikembangkan.
4)      Tambahkan simbol-simbol dan ilustrasi-ilustrasi untuk mendapatkan ingatan yang lebih baik.
Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan agar mind mapping membantu lebih mudah mengiingat, yaitu:
1)      Tulis atau ketiklah secara rapi dengan menggunkan huruf kapital.
2)      Tulislah gagasan penting dengan huruf-huruf yang lebih besar sehingga lebih menonjol dan berbeda dengan yang lain.
3)      Garis bawahi kata kunci dan gunakan huruf tebal.
4)      Bersikaplah kreatif dan berani dalam desain.
5)      Gunakan bentuk-bentuk acak untuk menunjukan gagasan-gagasan tertentu.
Penggunaan imajinasi sangat membantu mengingat karena imajinasi membuat segala sesuatu tampak lebih menarik. Dengan berimajinasi  pada hal-hal yang menarik dan hal yang menyenangkan akan memudahkan dalam mengingat sesuuatu. Karena sesuatu yang semakin menarik akan semakin mudah diingat. Sedangkan hal-hal yang kurang menarik atau tidak disukai akan lebih mudah dilupakan. Kuncinya adalah menggunakan imajinasi untuk membuat yang ingin diingat menjadi lebih menarik.
Melibatkan imajinasi akan menjamin penggunaan sisi otak kanan, ketika biasanya hanya menggunakan otak kiri. Jika hanya melibatkan salah satu sisi otak, maka akan mengurangi kinerja seluruh otak secara drastis.

Pengertian Metode Mind Mapping


 Secara etomologi, metode berasal dari kata method yang berarti suatu cara kerja yang sistematis untuk memudahkan pelaksanaan kegiatan dalam mencapai tujuan. Jika metode disandingkan dengan kata pembelajaran, berarti suatu cara atau sistem yang digunakan dalam pembelajaran yang bertujuan agar anak didik dapat mengetahui, memahami, mempergunakan, menguasai bahan pelajaran tertentu.
Pemilihan metode mengajar yang tepat sangat berpengaruh terhadap efektivitas pengajaran. Ketepatan penggunaan metode mengajar tersebut dipengaruhi banyak faktor, diantaranya: sifat dari tujuan yang hendak dicapai, keadaan peserta didik, bahan pengajaran dan situasi belajar mengajar.
Otak manusia secara mental dibagi menjadi dua belahan, yaitu: otak kiri dan otak kanan. Masing-masing otak mempunyai fungsi dan karakter yang berbeda satu sama lain. Otak kiri berhubungan dengan aktivitas-aktivitas seperti bahasa, angka, analisa, urutan, logika, hitungan dan sebagainya. Sedangkan otak kanan berhubungan dengan hal-hal seperti kreativitas, konseptual, seni/warna, musik, emosi, imajinasi, dan sebagainya. Otak kanan mempunyai sifat memori jangka panjang, artinya memori yang disimpan di sebelah otak kanan kebih lama daripada memori yang ada di otak kiri. 
Metode mind mapping adalah metode pembelajran yang ditemukan dan dipopulerkan oleh Dr. Tony Buzan di awal tahun 1970. Pada dasarnya metode mind mapping ini, berangkat dari hasil sebuah penelitian tentang cara otak memperoleh informasi. Semula para ilmuan menduga bahwa otak memproses dan menyimpan informasi secara linear seperti mencatat  tradisional. Tetapi sekarang para ilmuan mendapati bahwa otak mengambil informasi secara bercampuran antara gambar, bunyi,
perasaan. Saat otak mengingat informasi, biasanya dilakukan dalam bentuk gambar, warna-warni, simbol, bunyi dan perasaan.
Mind mapping adalah metode mencatat kreatif yang memudahkan dalam mengingat banyak informasi. Mind mapping merupakan metode yang paling baik dalam membantu proses berpikir secara teratur karena menggunakan teknik grafis yang berasal dari pemikiran manusia yang bermanfaat untuk menyediakan kunci-kunci universal sehingga membuka potensi otak.[1]
Metode mind mapping perlu dibuat warna-warni dan menggunakan banyak gambar/simbol agar dapat berfungsi dengan maksimal. Hal ini bertujuan supaya metode ini dapat membantu siswa mengingat perkataan dan bacaan, meningkatkan pemahaman terhadap materi, membantu mengorganisasi dan memberikan wawasan baru, serta meningkatkan motivasi belajar dan mengurangi kebosanan. Ada beberapa manfaat penggunaan metode ini, diantaranya: fleksibel, membantu dalam memusatkan perhatian, meningkatkan pemahaman, dan memungkinkan pengembangan imajinasi dan daya kreativitas tanpa batas. 
Dengan kombinasi warna, gambar dan cabang-cabang melengkung, metode mind mapping lebih merangsang secara visual dari pada pencatatan tradisional yang cenderung linear dan satu warna. Hal yang spesial dalam metode mind mapping adalah mind mapping menggunakan program-program yang ada dalam otak dan mengoptimalkannya. Saat siswa mendengarkan pelajaran, otak kiri yang bekerja. Ia mendengar dan mencatat secara logis materi yang disampaikan oleh guru, akibatnya otak kirinya kelebihan beban/overloaded. Sedangkan otak kananya masih kosong, tak heran jika motivasi dan konsentrasi menurun. 
Belajar seharusnya melibatkan emosional, kesenangan, kreativitas dan sebagainya, sehingga melibatkan otak kanan dan otak kiri.Ketidak seimbangan otak kanan dan otak kiri akan menyebabkan ketidak optimalan dalam menyerap materi. Bahkan akan menimbulkan gangguan dalam belajar.