Tampilkan postingan dengan label TEKNOLOGI. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label TEKNOLOGI. Tampilkan semua postingan

Selasa, 22 Februari 2011

MENGATASI VIRUS KOMPUTER

Menggunakan Antivirus
Penggunaan antivirus sangat membantu dalam mengatasi virus komputer. Pemakaiannya pun sangat mudah, sehingga seorang amatir pun dapat dengan mudah menggunakannya.. Antivirus yang tersedia saat inipun beragam jenis dan modelnya mulai dari software gratis sampai yang komersil. Gunakanlah antivirus yang dapat melakukan proses scanning di semua media penyimpanan juga jaringan apabila komputer yang digunakan terhubung dengan jaringan.

Secara umum langkah-langkah yang harus dilakukan apabila kita mengandalkan sebuah antivirus yaitu:
1. selalu memperbaharui antivirus anda minimal setiap akhir bulan
2. menyalakan auto-protect pada komputer agar antivirus selalu melindungi komputer anda
3. jika komputer terhubung dengan jaringan maka pakailah antivirus anda dengan firewall, anti spam
4. lakukan scanning komputer setiap anda melakukan pembaharuan virus definition.

Mengubah Atribut File
Sebenarnya cara ini kurang menjamin sebab sudah ada virus yang bisa mengubah attribut file. Tetapi cara ini lebih baik dilakukan dari pada tidak sama sekali.
Parameter untuk merubah attribut file :
ATTRIB [+R | -R] [+A | -A] [+S | -S] [+H | -H]
[[drive:][path]filename] [/S]
Keterangan :
+ : menambahkan attribut
- : menghilangkan attribut
R : attribut hanya baca (Read only)
A : attribut file archive
S : attribut file aystem
H : attribut file tersembunyi
Path : nama cabang (sub-directory)
Filename: nama file yang akan diproses
/S : melakukan proses diseluruh directory dan sub-directory.

Mengatasi Secara Manual
Untuk mengatasi virus secara manual, bukan berarti kita tidak menggunakan antivirus dalam mengatasinya. Secara manual kita melakukan sebuah upaya proteksi dengan melakukan berbagai pencegahan. Berikut ini langkah-langkah secara manual dalam mengatasi virus, yaitu:
· Dalam mengatasi virus makro, contohnya pada microsoft word. Ubah semua document template terutama file NORMAL.DOT menjadi read-only. Dapat juga kita lakukan dengan menghapus file NORMAL.DOT. selanjutnya kita dapat merubah dokumen tersebut dengan membuka Wordpad dan menyimpannya dalam RTF (Rich Text Format).
· Hindari penggunaan disket-disket yang tidak bisa dipercaya sumbernya. Usahakan untuk tidak menggunakan disket-disket yang sudah lama sebab mungkin saja mengandung virus, dan juga jangan sembarangan menggunakan disket dari orang lain yang tidak terjamin kebersihan disket dari virus.
· Melakukan Write Protect. Dengan selalu mengunci Write Protect disket maka, kita dapat lebih meminimalkan kemungkinan penularan virus sebab virus tidak bisa menulis pada disket yang telah di-Write Protect.
· Membuat sub-directory untuk program-program baru. Hal ini bisa melokalisir beberapa virus apabila program kita terjangkit virus.
· Periksa secara rutin registry Windows di bagian \HKEY_CURRENT_USER\Software\ Microsoft\ Windows\ Current Version\ Run, apakah menemukan sesuatu yang mencurigakan jika menemukan itu hapus bagian yang mencurigakan itu.
· Set atribut file WINSOCK.DLL menjadi read-only, untuk memperkecil kemungkinan virus untuk memanipulasinya.
· Catat tanggal, ukuran, dari file yang mencurigakan sebab akan berguna suatu saat apabila benar file tersebut mengandung virus.

Sejarah Virus Komputer

Virus komputer pertama kalinya tercipta bersamaan dengan komputer. Pada tahun 1949, salah seorang pencipta komputer, John von Newman, yang menciptakan Electronic Discrete Variable Automatic Computer (EDVAC), memaparkan suatu makalahnya yang berjudul “Theory and Organization of Complicated Automata”. Dalam makalahnya dibahas kemungkinan program yang dapat menyebar dengan
sendirinya.

Perkembangan virus komputer selanjutnya terjadi di AT&T Bell Laboratory salah satu laboratorium komputer terbesar di dunia yang telah menghasilkan banyak hal, seperti bahasa C dan C++. Di laboratorium ini, sekitar tahun 1960-an, setiap waktu istirahat para peneliti membuat permainan dengan suatu program yang dapat memusnahkan, memperbaiki diri dan balik menyerang kedudukan lawan. Selain itu, program permainan dapat memperbanyak dirinya secara otomatis. Perang program ini disebut Core War, pemenangnya adalah pemilik program sisa yang terbanyak dalam selang waktu tertentu. Karena sadar akan bahaya program tersebut, terutama bila bocor keluar laboratorium tersebut, maka setiap selesai permainan, program tersebut selalu dimusnahkan. Sekitar tahun 1970-an , perusahaan Xerox memperkenalkan suatu program yang digunakan untuk membantu kelancaran kerja. Struktur programnya menyerupai virus, namun tujuan program ini adalah untuk memanfaatkan waktu semaksimal mungkin dan pada waktu yang bersamaan dua tugas dapat dilakukan.

Pada tahun 1983 Fred Cohen seorang peneliti dari Ohio, memperlihatkan program buatannya yang mampu menyebar secara cepat pada sejumlah komputer. Ia juga memperkenalkan virus pertama yang diprogram dalam lingkungan Unix yang dapat memberikan hak istimewa kepada setiap pengguna. Tahun berikutnya Cohen menyerahkan desertasinya ‘Computer Viruses – Theory and Experiments’ yang menyebabkan virus berkembang dengan cepat.

Pada tahun 1986 di Freie, Universitas Berlin mendeteksi adanya aktifitas virus pada sebuah komputer besar. Sementara virus berkembang, Indonesia juga mulai terkena wabah virus. Virus komputer ini pertama menyebar di Indonesia juga pada tahun 1988. Virus yang begitu menggemparkan seluruh pemakai komputer di Indonesia, saat itu, adalah virus ©Brain yang dikenal dengan nama virus Pakistan.

Tahun 1987, virus komputer generasi kedua yaitu Cascade yang merupakan virus residen pertama muncul terenkripsi dalam file. Pada tahun 1989 virus polimorf pertama ditemukan, vurus tersebut dikenal dengan V2Px atau Washburn. Virus semacam ini dapat terus mengubah diri menjadi sebuah varian baru. Pada tahun berikutnya, virus DIR II menggunakan cara baru untuk menginfeksi program dengan menyerang entri-entri FAT. Tahun 1991 diadakan sebuah lomba dan acara pembuatan program virus akibatnya jumlah virus baru yang ditemukan semakin banyak. Dan sampai saat ini pun virus-virus baru terus bermunculan dengan segala jenis variasinya.

Jenis Virus Komputer

Virus Makro
Virus yang dibuat dengan bahasa pemrograman yang terdapat pada suatu aplikasi. Virus tersebut akan berjalan pada aplikasi pembentuknya dengan baik. Sebagai contoh virus makro yang dibuat pada aplikasi Word, maka virus tersebut akan berjalan pada aplikasi microsoft word. Pada umumnya virus akan memodifikasi file NORMAL.DOT yang merupakan standar awal pengetikan apabila menggunakan Microsoft Word. Tetapi ada juga yang tidak memodifikasi file DOT tetapi ia membuat file DOT yang baru.
Contoh virus makro:
· virus Melissa yang media penyebarannya melalui internet
· varian W97M menginfeksi NORMAL.DOT dan menginfeksi dokumen apabila dibuka

Virus Boot Sector
Virus ini bekerja dengan cara menggandakan dirinya, memindahkan atau mengganti boot sektor asli dengan program booting virus. Dengan cara ini virus akan tersimpan ke dalam memori sehingga virus akan mengendalikan hardware dan akan menyebar ke drive yang terhubung pada komputer.
Contoh virus:
· varian virus wyx, wyx.C(B) menginfeksi boot record dan floopy dengan panjang 520 bytes memiliki karakteristik memory resident dan terenkripsi
· varian V-sign, virus ini menginfeksi master boot record dengan panjang 520 bytes.

Stealth Virus
Virus yang menguasai tabel interrupt pada DOS yang sering dikenal dengan “Interrupt interceptor”. Virus ini mengendalikan instruksi level DOS. 
Contoh virus:
· vmem(s), virus ini menginfeksi file *.EXE, *.SYS, dan *.COM, memiliki panjang 3275 bytes dengan karakteristik menetap di memori dengan ukuran tersembunyi dan di enkripsi.
· yankee.XPEH.4928, menginfeksi file *.COM dan *.EXE dengan panjang 4298 bytes memiliki karakteristik menetap di memori, ukurannya tersembunyi dan memiliki pemicu.

Polymorphic Virus
Virus yang hampir mirip dengan virus influenza atau HIV ini mempunyai kemampuan untuk mengecoh antivirus dengan merubah strukturnya setiap kali menginfeksi suatu file.
Contoh virus:
Necropolis A/B, virus ini menginfeksi file *.EXE, *.COM, dengan ukuran 1963 bytes memiliki karakteristik menetap di memori, ukuran dan virus tersembunyi, terenkripsi dan dapat berubah strukturnya.

Virus FileVirus ini bekerja dengan cara menginfeksi secara langsung pada sistem operasi, baik itu file *.EXE atau *.COM. hasilnya ditandai dengan berubahnya ukuran file yang diserangnya. 

Multi Partition Virus
Virus ini merupakan gabungan dari virus boot sector dengan virus file. Dalammelakukan pekerjaannya virus ini menginfeksi file *.EXE atau *.COM dan juga menginfeksi boot sector.

Senin, 07 Februari 2011

Prinsip website usability

Prinsip website usability adalah sebagai berikut :
1. User akan melihat teks sebelum melihat gambar
2. Fokus mata user dimulai dari sudut kiri atas halaman web
3. Mulanya gerakan mata dimulai dari kiri atas sampai bagian atas terbaca sebelum bergerak ke bawah dan akhirnya ke samping kanan
4. Pembaca mengabaikan banner
5. Teks dgn Formatting dan Fonts yg keren itu rutin diabaikan
6. Tampilkan angka dengan angka (dan bukan huruf)
7. Ukuran Font mempengaruhi prilaku baca pembaca
8. Pengunjung sudi baca subtitle bila menarik.
9. Umumnya pembaca cuma scan bagian bawah halaman
10. Paragraph pendek lebih bagus daripada yg panjang
11. Layout satu kolom lebih baik bagi mata daripada yg memiliki muti kolom
12. Iklan pada bagian atas dan kiri halaman web akan mendapat lebih banyak perhatian
13. Iklan yg diletakkan disebelah konten terbaik itu lebih rutin di lihat pembaca
14. Text Ads lebih mungkin diperhatikan di banding tipe iklan lain
15. Gambar Ukuran besar lebih menarik Perhatian
16. Image yg concrete lebih cocok daripada yang gambar abstrak
17. Heading selalu mengarahkan pembaca
18. Umumnya user mudah mengenali tombol dan menu itu sebagai bagian navigasi
19. Daftar teks menggunakan
    .
      , dan
    • itu mampu lebih lama menarik perhatian pembaca
20. Paragraph panjang itu sebaiknya dihindari.
21. Format tulisan mampu menarik perhatian.
22. Space kosong itu penting.
23. Tombol navigasi itu bekerja lebih baik saat diletakkan di bagian header

Apa itu usability ?


Kebergunaan (Bahasa Inggris: usability) adalah suatu istilah yang menunjukkan kemudahan manusia untuk menggunakan suatu alat tertentu atau objek buatan manusia lainnya untuk mencapai tujuan tertentu. Kebergunaan juga dapat merujuk pada metode pengukuran kebergunaan dan kajian prinsip di balik persepsi efisiensi dan keluwesan suatu objek.
Dalam interaksi manusia komputer dan ilmu komputer, kebergunaan biasanya merujuk pada keluwesan dan kejelasan interaksi dengan hasil rancangan suatu program komputer atau situs web. Istilah ini juga sering digunakan dalam konteks produk elektronika konsumen, atau pada bidang komunikasi, serta objek alih pengetahuan (misalnya buku masak atau dokumen). Kebergunaan dapat pula merujuk pada desain efisien suatu objek mekanis seperti suatu gagang pintu atau palu.
Usability artinya designer belajar mendesain bukan untuk diri sendiri atau pun orang se profesi tetapi mendesain bagi siapa saja, terutama untuk mereka yg tidak mengenal IT dan belum terbiasa browsing internet.

Apa itu kognitif ?

kognitif ialah cara manusia menerima, mempersepsi, mempelajari, menalar, mengingat dan berpikir tentang suatu informasi. Dalam ilmu psikologi kognitif berawal pada saat Plato (428-348SM) dan muridnya Aristotle (384-322SM) memperdebatkan mengenai cara manusia memahami pengetahuan maupun dunia serta alamnya. Plato berpendapat bahwa manusia memperoleh pengetahuan dengan cara menalar secara logis, aliran ini disebut sebagai rasionalis. Lain halnya dengan Aristotle yang menganut paham empiris dan mempercayai bahwa manusia memperoleh pengetahuannya melalui bukti-bukti empiris.
Perdebatan ini masih berlangsung seperti pertentangan Rasionalis dari Perancis, Rene Descartes (1596-1650), dan Empiris dari Inggris, John Locke (1632-1704), dengan tabularasa-nya. Seorang fisuf Jerman, Immanuel Kant, pada abad 18 berargumentasi bahwa baik rasionalisme maupun empirisme harus bersinergi dalam membuktikan pengetahuan. Perdebatan ini meletakkan landasan dan mempengaruhi cara berpikir di bidang ilmu psikologi maupun cabang ilmu lainnya. Saat ini ilmu pengetahun mendasarkan paham empiris untuk pencarian data dan pengolahan dan analisis data menggunakan kerangka pikir rasionalis.
tingkatan aspek kognitif yang didefinisikan oleh Benjamin Bloom dalam taksonomi Bloom yang terdiri dari tahap ingatan, pemahaman, terapan, analisis dan sintetis.

Pengujian Kinerja Network

Kinerja jaringan dari perspektif pemakai didapatkan dari pemikiran ketika derajat untuk suatu jaringan dengan sepenuhnya tak kelihatan (invisible), seolah-olah pemakai secara langsung dihubungkan dengan semua sumber daya dan dapat memilih untuk mengaksesnya. Hal ini dapat digambarkan sebagai reliabilitas, availbilitas, data througput, error rate, waktu respon, kinerja aplikasi, atau banyaknya jalan lain yang berbeda.
Modelling Traffic in Network
• Self similar model
• Queueing model
• Stochastic Petri Nets

Pengujian Keamanan atau Penetration Test
Sangat sulit untuk memisahkan test ini menjadi bagian-bagian yang mudah dijabarkan sebab test ini seringkali saling bersilang dan saling berkaitan, informasi yang didapat pada tahap-tahap terakhir seringkali akan diolah kembali menjadi petunjuk bagi teknik-teknik tahap awal. Namun demikian, test ini dapat dijabarkan sebagai berikut :
a. Akuisisi Sasaran ( Target Acquisition )
Dimulai dengan mendapat alamat IP lalu akan menempatkan sasaran tersebut dalam dunia logic, menetapkan batasan dimana di dalamnya test akan dilakukan. Hal ini mencakup :
• pengecekan data flow
• Riset sumber terbuka untuk memastikan bahwa apa yang dilihat oleh dunia luar terhadap sasaran ini. (mengidentifikasi titik-titik
akses alternatif menuju sasaran, seperti misalnya alamat-alamat IP yang berhubungan serta alamat milik pihak ke tiga yang berhubungan dengan sasaran)
b. Penilaian Kerentanan ( Vulnerability Assesment )
Ini adalah prosedur pencarian dengan intensitas tinggi untuk mengidentifikasi kemungkinan titik-titik lemah dalam pemetaan ( Topologi ) sistem. Sebagai contoh menggunakan :
• Data flow yang tidak di blok, seperti FTP, yang memungkinkan untuk serangan kode biner ( Pemrograman )
• Bugs software dalam sistem oprasi komputer dan dalam hardware komunikasi yang memungkinkan akses non-standar
• Serangan langsung terhadap sistem, sebagai contoh buffer overflows.
• E-Mail
c. Eksploitasi Kerentanan ( Vulnerability Exploitation )
Pada tahap inilah kemahiran dalam rekayasa sistem, pemrograman dan sistem hacking menjadi benar-benar penting. Semua informasi yang dikumpulkan pada tahap 1 & 2 akan memberikan kemungkinan kepada tim untuk menembus rintangan sekitar sasaran dan benar-benar masuk ke dalam logic yang sungguh-sungguh ada yang merupakan sistem target. Hal ini termasuk serangan-serangan pada tuan rumah pada sistem zona non-militer ( Demiliterised Zone )
d. Laporan tertulis ( Report Writing )
Laporan harus dapat memberikan sebuah garis dasar untuk melakukan test-test dimasa datang dan sebagai dokumen kontrol perubahan ( Change Control Document ) ketika menata kembali IT dan sistem komunikasi yang terkait. Akan ada dua dokumen :
�� Yang pertama ringkasan manajemen yang memberikan gambaran temuan, dengan detil pada isu hukum, dampak bisnis, dan resiko manajemen.
�� Yang kedua adalah temuan-temuan mendalam, kejadian serangan demi serangan dengan saran-saran yang sesuai untuk setiap serangan tentang bagaimana untuk memecahkan setiap isu. Contoh dari dokumen semacam itu tersedia sesuai dengan permintaan.

Kinerja jaringan diukur dengan metode quality of services (QoS)

Kinerja jaringan diukur dengan metode quality of services (QoS). Pesan yang diharapkan adalah kualitas tinggi dengan menggunakan biaya yang rendah.
QoS jaringan dapat dikarakteristikkan pada 5 pengukuran dasar (Coombs and Coombs, 1998):
• Ketersediaan Jaringan (Network availability), rendahnya waktu downtime.
• Kinerja yang berhubungan dengan kesalahan (Error performance)
• Kehilangan transmisi (kemacetan) dari dua jaringan yang bertukar data.
Susun!
Tanggal :
Lokasi :
• Waktu yang dibutuhkan untuk membuat koneksi
• Kecepatan deteksi kesalahan dan memperbaikinya.
Proses komunikasi pada suatu jaringan komputer dilakukan dengan memanfaatkan protokol-protokol tertentu. Ada beberapa jenis protokol yang sering digunakan untuk LAN yaitu Ethernet (mencakup fast dan gigabit ethernet), token ring, FDDI, ATM untuk wide area network (yang meliputi leased line, x.25, frame relay dan sebagainya).
Proses pengukuran kinerja suatu jaringan komputer ini dilakukan dengan mengukur sejauh mana protokol yang digunakan tersebut dapat dipatuhi dengan sepenuhnya dalam sistem jaringan yang menerapkannya. Maka dari itulah metode yang digunakan dalam mengukur amat tergantung bagaimana implementasi protokol yang digunakan.
Susun!
Tanggal :
Lokasi :
Pedoman pengukuran Kinerja sistem Ethernet :
INSTRUKSIONAL PENGGUNAAN DIKTAT
Parameter

Digunakan untuk mengindikasikan
Petunjuk

Utilization %


Frame Rate



Packet Deferral Rate
Network (kemacetan pada media transmisi)

Kemacetan pada Device



Network (kemacetan pada media transmis)

<40% sustained utilization <70% peak (1 detik)

Device yang saling berhubungan (biasanya <5000 frame/detik)

<10% dari Frame Rate

Rate kesalahan (Error Rate)

Runts



Jabber (Giants)


Frame dengan Bad FCS


Frame yang tidak saling berhubungan

Broadcast, Rasio Frame Multicast

frame yang mengalami tabrakan (Collision) , kesalahan pada NIC

Kesalahan pada NIC, kesalahan konfigurasi router

Gangguan listrik, fragmentasi collision

Gangguan listrik, fragmentasi collision

Kesalahan konfigurasi router, node atau aplikasi

Harusnya tidak ada, kecuali collision-related


Tidak ada


Tidak ada, kecuali collision-related

Tidak ada, kecuali collision-related

Network-dependent (generally <20 to 30 per second)

Distribusi Protokol

Per Frame


Per Kbyte



Distribusi ukuran Frame

Penggunaan bandwidth devais interkoneksi oleh aplikasi

Penggunaan bandwidth jaringan (media transmisi) oleh aplikasi

Efisiensi aplikasi jaringan

Tergantung pada aplikasi 
Network-nya

Tergantung pada aplikasi Network-nya


Tergantung aplikasinya (biasanya frame yang besar membuat jaringan lebih efisien)

Top Talkers

Per frame


Per Kbyte

Penggunaan bandwidth devais interkoneksi oleh node

Penggunaan bandwidth jaringan (media transmisi) oleh node

Tergantung jaringannya


Tergantung jaringannya


Deskripsi untuk setiap parameter :
• Rasio Collision. Collision adalah suatu kejadian reguler yang terjadi manakala dua atau lebih usaha untuk meneruskan media terjadi pada waktu yang sama. Manakala suatu collision terjadi, pengiriman node akan me-'rasa'-kan collision, kemudian melaksanakan suatu time out acak dan kemudian melakukan retry. Ketika jaringan menjadi terisi penuh dengan frame, semakin banyak collision akan terjadi. Nilai collision yang tinggi juga dapat disebabkan oleh kesalahan adapter atau node yang out-of-control dalam menghasilkan frema yang memenuhi jaringan itu.
• Packet deferral rasio. ini terjadi manakala setiap node berusaha untuk memancarkan frame dan merasakan node yang lain telah siap memancarkan ( yaitu adanya carrier yang berfungsi 'merasa' pada suatu media). Node harus menunda, atau menunggu sampai jaringan kosong, sebelum dapat meneruskan transmisi itu. Nilai suatu paket Deferral adalah suatu statistik seringnya usaha suatu node untuk masing-masing port Ethernet. Tidaklah mungkin untuk mengukur nilai paket deferral dengan suatu penganalisis protokol atau alat test lain.
• Runts(=kerdil). Jika frame yang ada lebih pendek dibanding 64 bytes, dan itu biasanya merupakan kesalahan pada suatu jaringan Ethernet. Frame ini dapat merupakan hasil collision pada jaringan, atau bisa merupakan suatu tanda bahwa suatu node sedang menghasilkan frame pendek tanpa melakukan padding sampai 64 byte, sebab seringkali frame tersebut menjadi terlalu pendek untuk meliputi suatu alamat tujuan sumber. Frame ini sangat sukar untuk berhubungan dengan node-node tertentu lainnya.
Jabbers. Frame yang lebih panjang dari 1518 bytes dan dapat menyebabkan kesalahan dalam jaringan ethernet. Frame Jabber sering disebut juga "Giants(=raksasa)". They are usually the result of a node generating frames outside
• Frame Bad FCS. Terdiri dari suatu bagian yang memeriksa urutan frame yang tidak memenuhi hitungan checksum ketika frame diterima. Frame dengan bad FCS berisi satu atau lebih kesalahan bit dan biasanya telah dibuang oleh node yang yang menerima itu. Bit kesalahan dapat disebabkan oleh noise elektrik atau kesalahan pada transceiver atau komponen sistem kabel. Collision juga dapat menyebabkan frame mempunyai Bad FCS.
• Frame Misaligned. Frame ini adalah frame yang panjang bit-nya adalah tidak dapat dibagi oleh delapan (non integer byte). Frame ini biasanya mempunyai bad FCS dan pada umumnya disebabkan oleh permasalahan elektrik pada pemasangan kabel jaringan, kesalahan pada workstation, atau akibat collision.

Parameter Kinerja Jaringan

Kriteria penting dari sudut pandang pemakai jaringan adalah keandalan, yaitu kriteria pengukuran seberapa mudah suatu sistem terkena gangguan, terjadi kegagalan atau beroperasi secara tidak benar.
Keandalan adalah ukuran statistik kualitas komponen dengan menggunakan strategfi pemeliharaan, kuantitas redudansi, perluasan jaringan secara geometris dan kecenderungan statis dalam merasakan sesuatu secara tidak lenagusng tentang bagaimana suatu paket ditansmisikan oleh sistem tersebut. Kinerja jaringan dapat diukur berdasarkan kriteria Terplan (1987) :
1. Kriteria level pemakai (user level), yaitu waktu respon dan keandalan.
a. Waktu respon yaitu waktu tanggapan saat paket dipancarkan dengan benar.
b. Keandalan yaitu suatu keadaan yang dapat menentukan seberapa berfungsinya sistem pada suatu tugas pengiriman paket.
2. Kriteria level jaringan (network Level), yaitu waktu respon rata-rata.
Penentuan waktu respon rata-rata dilakukan dengan 2 langkah, yaitu :
a. Menentukan rata-rata penundaan satu jalur paket melewati jaringan dan antar mukanya sebagai suatu fungsi beban terhadap ukuran paket.
b. Menggunakan informasi dengan penundaan dan pemakaian link untuk menghitung waktu respon rata-rata pemakai.
3. Kriteria kinerja khusus, yaitu daya kerja dan penundaan rata-rata.

SNMP
Suatu jaringan komunikasi (termasuk jaringan komputer) tidak bisa dikelola bila indikator kinerjanya tidak dapat dipantau dan diukur dengan tepat. Salah satu syarat utama rancangan jaringan adalah menetapkan level layanan pemeliharaan untuk memuaskan pengguna sebagai basis analisis kinerja. Indikator kinerja haruslah dapat menunjukkan keadaan kinerja jaringan yang dipantau. Contoh suatu indikator kinerja adalah aplikasi SNMP (Simple Network Management Protocol), yang didalamnya terdapat MIB (Management Information base) yaitu struktur database variabel elemen jaringan yang dikelola yang dikelompokkan berdasarkan parameter layanan dan parameter efisiensi.
A. Parameter Layanan
Merupakan suatu ukuran yang berorientasi pada pelayanan jaringan dan lebih mempertimbangkan minat pemakai. Parameter ini mengontrol dan merencanakan ketersediaan jaringan yang terdiri atas :
Susun!
Tanggal :
Lokasi :

1. Parameter Ketersediaan
Availibilitas fungsi jaringan adalah presentasi waktu pengguna terhadap akses total layanan jaringan yang tersedia baginya, yang amat tergantung pada keandalan komponen secara teknis. Parameter ini tidak diukur secra langsung, tapi dihitung menggunakan data indikator kinerja (terplan, 1987) yang terdiri dari :
- Overall network availability, ketersediaan jaringan secara menyeluruh, diambil dengan mengumpulkan data dari beberapa simpul jaringan yang penting.
- Line availability, ketersediaan jalur jaringan, mengukur ketersediaan simpul menerima dan meneruskan paket/frame informasi dari simpul ke simpul dan menginformasikan paket-paket yang diabaikan karena keterbatasan sumber daya (In/OutDiscard) selama pemantauan (SysUpTime).
- Customer level availability, ketersediaan pada level user, diukur dari data pemakaian terminal atau simpul terminal.

2. Parameter waktu respon
Indikator waktu respon (terplan, 1987) terdiri dari :
- Network delay, penundaan pada jaringan.
- Host delay, penundaan pada host dan simpul jaringan, menetapkan lama penundaan waktu dalam komputer pusat untuk suatu paket sampai ke komputer tujuan.
- Waktu respon rata-rata
- Waktu respon maksimal, menetapkan harga maksimum lamanya suatu paket/datagram diizinkan dalam suatu jaringan.
- Waktu respon minimal
- Alternatif pada level user : daftar pertanyaan
Besarnya nilai waktu respon dapat dipantau dengan cara memanfaatkan aplikasi ping yang mengirimkan datagram echo-request dari protokol ICMP untuk mendapatkan datagram echo-respon dari suatu simpul jaringan.

3. Parameter keandalan
Indikator keandalan (reliabilitas) terdiri dari :
- Jumlah failure pada elemen jaringan, memberitahukan suatu gateway tertutup untuk dilewati..
Susun!
Tanggal :
Lokasi :
- Daftar tindakan pada kesalahan yang paling sering terjadi.
- Jumlah pesan-pesan yang hilang.
- Jumlah pesan yang harus diduplikasi.
- Jumlah pesan yang tiba, tetapi tidak disampaikan.
- Jumlah pesan yang menyatakan kiriman telah diterima.
- Jumlah transmisi ulang.
- Jumlah time out, waktu yang tidak terpakai karena idle.
- Jumlah transmisi yang tidak lengkap.

B. Parameter Efisiensi
Merupakan ukuran kinerja yang mementingkan bagaimana informasi bekerja secara efisien dan ukuran daya kerjanya.
Daya kerja (throughput) dalam bit per detik, didefinisikan sebagai rata-rata lewatnya bit data pada simpul jaringan tertentu per satuan waktu. Pada jaringan kondisi tetap, kecepatan masuk dan keluarnya paket adalah sama, maka daya kerja adalah harga rata-rata bit per detik tiap memasuki atau meninggalkan jaringan. Indikator parameter daya kerja menurut terplan (1987) terdiri dari :
• Transmit, terdiri dari : jumlah transaksi, jumlah paket, jumlah pesan, jumlah karakter, pesan terpanjang dan rata-rata panjang pesan yang dipancarkan.
• Receive, terdiri dari : jumlah transaksi, jumlah pesan, jumlah paket, jumlah karakter pesan terpanjang dan rata-rata panjang pesan yang diterima.
• Polling, terdiri dari : jumlah pool positif, jumlah pool negatif dan jumlah pool penundaan.
• Utilization, terdiri dari : utilisasi pengendalian komunikasi (pemanfaatan protokol IP, ICMP, TCP, SNMP), pengendalian cluster (pada protokol IP) dan utilisasi peralatan terminal
• link idle, memantau hubungan yang tidak terjadi antara simpul jaringan pada saat tertentu.
• link utilization, memantau hubungan yang terjadi antara simpul jaringan pada saat tertentu.
• Contention, memantau terjadinya ‘tabrakan’ pada fungsi perangkat (keras dan lunak) jaringan dan elemen jaringan.

JARINGAN KOMPUTER "Analisia kinerja jaringan"

Analisia kinerja jaringan didefinisikan sebagai suatu proses untuk menentukan hubungan antara 3 konsep utama, yaitu sumber daya (resources), penundaan (delay) dan daya-kerja (throughput). Obyektif analisa kinerja mencakup analisa sumber daya dan analisa daya kerja. Nilai keduanya ini kemudian digabung untuk dapat menentukan kinerja yang masih dapat ditangani oleh sistem.
Analisa kinerja pada jaringan komputer membicarakan sifat dasar dan karakteristik aliran data, yaitu efisiensi daya-kerja, penundaan dan parameter lainnya yang diukur untuk dapat mengetahui bagaimana suatu pesan diproses di jaringan dan dikirim lengkap sesuai fungsinya.
Analisa Kinerja jaringan komputer dapat didefinisikan sebagai penelitian kuantitatif yang terus menerus terhadap suatu jaringan komunikasi dalam urutan kerja yang tetap berada dalam fungsinya (Terplan, 1987) agar :
a. Dapat menyempurnakan level layanan pemeliharaan.
b. Dapat mengenali potensi kemacetan
c. Dapat mendukung pengendalian operasional jaringan, admunistrasi dan merencanakan kapasitas
Administrasi jaringan membantu langkah analisa kinerja dalam usaha mengevaluasi kemampuan layanan pada konfigurasi tertentu, selanjutnya akan mendefinisikan indikator kinerja yang penting, merekomendasikan prosedur pelaporan kinerja dan menentukan antarmuka manajemen basis data.

Kategori :
1. Analisis kinerja dengan tujuan Optimalisasi Sistem dalam layanan yang cepat, tepat dan akurat.
2. Analisis kinerja dengan tujuan Optimalisasi Sistem dalam bidang keamanan sistem, data dan informasi, yang sering dikenal dengan istilah Penetration Test yaitu dengan cara melakukan penyelidikan terhadap sistem dari sudut pandang si penyerang. Tujuan utamanya adalah untuk mengidentifikasi temuan dan resikonya sebelum mencari suatu solusi.
3. Analisis Hybrid, analisis keseluruhan terhadap berbagai potensi sistem yang dapat ditingkatkan kinerjanya dengan tujuan evaluasi dan pengembangan sistem.

Keamanan layanan Internet Banking

Dikarenakan layanan Internet Banking menggunakan Internet sebagai media komunikasi, maka keamanan dari layanan Internet Banking bergantung kepada keamananan dari Internet. Pada bagian ini akan dibahas sedikit tentang keamanan Internet. Penjelasan yang lebih lengkap mengenai topik ini dapat dibaca pada bukubuku
yang tertera di bagian Referensi.

Internet pada mulanya dikembangan di lingkungan akademis (pendidikan dan penelitan). Teknologi Internet yang digunakan saat ini bergantung kepada sebuah teknologi yang disebut IP (Internet Protocol) versi 4. IPv4 ini memiliki beberapa kelemahan ditinjau dari segi keamanan yang sudah diperbaiki di versi 6 (IP v6). Namun sayangnya IPv6 belum lazim dipergunakan.

Secara umum hubungan antara pengguna Internet dan penyedia layanan Internet Banking dapat dilihat pada gambar 1. Pengguna terhubung ke Internet melalui layanan Internet Service Provider (ISP), baik dengan menggunakan modem, DSL, cable modem, wireless, maupun dengan menggunakan leased line. ISP ini kemudian terhubung ke Internet melalui network provider (atau upstream). Di sisi penyedia layanan Internet Banking, terjadi hal yang serupa. Server Internet Banking terhubung ke Internet melalui ISP atau network provider lainnya. Gambar 1 juga menunjukkan beberapa potensi lubang keamanan (security hole).

Di sisi pengguna, komputer milik pengguna dapat disusupi virus dan trojan horse sehingga data-data yang berada di komputer pengguna (seperti nomor PIN, nomor kartu kredit, dan kunci rahasia lainnya) dapat disadap, diubah, dihapus, dan dipalsukan. Contoh virus SirCam3 yang beredar saat ini membuktikan bahwa datadata dari harddisk pengguna dapat tersebar ke seluruh dunia melalui email tanpa diketahui oleh pengguna yang bersangkutan.

Jalur antara pengguna dan ISP dapat juga di sadap. Sebagai contoh, seorang pengguna yang menggunakan komputer di lingkungan umum (public facilities) seperti di Warung Internet (warnet) dapat disadap informasinya oleh sesama pengguna warnet tersebut (atau pemilik warnet yang tidak bertanggung jawab)
ketika dia mengetikkan data-data rahasia melalui web.

Di sisi ISP, informasi dapat juga disadap dan dipalsukan. Sebagai contoh bila sistem keamanan dari sang ISP ternyata rentan, dan dia kebobolan, maka mungkin saja seorang cracker memasang program penyadap (sniffer) yang menyadap atau mengambil informasi tentang pelanggan ISP tersebut.

Di sisi penyedia jasa, dalam hal ini bank yang menyediakan layanan Internet Banking, ada juga potensi lubang keamanan. Berbagai kasus tentang keamanan dan institusi finansial sudah dilaporkan. Misalnya, ada kasus di Amerika serikat dimana seorang cracker berhasil masuk ke sebuah institusi finansial dan mengambil data-data nasabah dari berbagai bank yang berada dalam naungan institusi finansial tersebut. Di Indonesia sendiri ada “kasus” domain “plesetan” klikbca.com yang sempat membuat heboh.

Selain serangan yang bersifat penyadapan masih banyak jenis serangan lain seperti pemalsuan dan bahkan meniadakan servis (Denial of Service attack). Makalah ini tidak membahas serangan-serangan tersebut meskipun efek yang ditimbulkan oleh serangan tersebut cukup dahsyat juga.

Pengamanannya

Tulisan di atas mungkin membuat orang menjadi takut dengan layanan Internet Banking. Pihak nasabah takut accountnya disalahgunakan orang lain. Sementara itu, pihak bank takut membuat lubang keamanan dari sistem yang sudah dimilikinya. Lantas harus bagaimana? Ada usaha pengamanan yang dapat digunakan untuk meningkatkan tingkat keamanan dan pada saat yang sama meningkatkan kepercayaan (trust) dari nasabah. Secara teknis sistem dapat diproteksi dengan menggunakan firewall, Intrusion Detection System (IDS), dan produk cryptography (untuk encryption dan decryption seperti penggunaan SSL). Selain hal teknis yang tidak kalah pentingnya adalah usaha untuk meningkatkan awareness (baik dari pihak management, operator, penyelenggara jasa, sampai ke nasabah), membuat policy (procedure) yang baik dan mengevaluasi sistem secara berkala.

Pengamanan di atas pada prinsipnya merupakan usaha untuk memenuhi aspek keamanan seperti authentication, confidentiality / privacy, non-repudiation, dan availability. (Karena terbatasnya ruang dari makalah ini, pembaca dipersilahkan membaca buku yang tertera pada bagian referensi.) Adanya pengamanan ini tidak membuat sistem menjadi 100% aman akan tetapi dapat membuat sistem dipercaya (trusted). Potensi lubang keamanan dapat dianggap sebagai resiko. Maka masalah ini dapat diubah menjadi masalah risk
management.

Lubang keamanan (security hole) akan selalu ada. Hal ini bisa diamati dari situs web yang melaporkan adanya lubang keamanan setiap hari!. Namun bisnis tidak dapat berhenti karena adanya potensi lubang keamanan. Seperti halnya sebuah rumah, dia akan tetap memiliki pintu dan jendela meskipun pintu dan jendela ini dapat digunakan oleh pencuri. Yang dapat kita lakukan adalah meningkatkan tingkat kesulitan untuk masuk dengan menggunakan pengamanan-pengamanan, seperti menggunakan kunci (dalam kasus rumah), firewal & IDS (dalam kasus server Internet). Adanya proteksi ini membuat kita dapat hidup dengan lebih baik.

Demikian pula, layanan Internet Banking mudah-mudahan dapat memberikan kenyamanan nasabah dalam melakukan kegiatan perbankannya tanpa mengorbankan sisi keamanannya.

source : Budi Rahardjo   budi@indocisc.com

Teknologi Internet

Internet secara de facto sudah menjadi landasan untuk melakukan bisnis. Ada dua makna atau arti dari “Internet”, yaitu teknologinya dan jaringannya. Teknologi Internet adalah teknologi komunikasi yang berbasis kepada protokol TCP/IP. Saat ini juga teknologi Internet mencakup penggunaan web browser sebagai user interface. Sementara itu pengertian Internet sebagai jaringan adalah Internet sebagai salah satu jaringan komputer yang terbesar di dunia. (Ada jaringan komputer lain yang bukan Internet, seperti misalnya jaringan privat dari beberapa perusahaan yang besar.) Jaringan Internet sendiri pada mulanya hanya dapat digunakan untuk keperluan akademis (penelitian dan pendidikan). Namun sejak tahun 1995 Internet sudah boleh dipergunakan untuk keperluan bisnis. Sejak saat itulah Internet mulai menjadi media komunikasi data yang populer. Beberapa hal yang menyebabkan jaringan dan teknologi Internet populer sebagai media komunikasi data :
·  Cakupannya yang luas (seluruh dunia)
·  Implementasinya relatif lebih murah dibandingkan dengan menggunakan jaringan atau fasilitas lainnya, misalnya menggunakan Value Added Network (VAN) sendiri. Untuk menjadi bagian dari Internet kita cukup dengan hanya menghubungkan sistem ke koneksi Internet terdekat, misalnya melalui Internet Service Provider (ISP). Jika kita menggunakan VAN, maka kita harus menggelar jaringan sendiri (dan ini cukup mahal).

·  Teknologi Internet yang terbuka (open standard) sehingga tidak tergantung kepada satu vendor tertentu. Implementasi teknologi Internet, TCP/IP, tersedia di semua platform komputer (Microsoft Windows, Apple, UNIX, Linux, dan lainlainnya).

·  Penggunaan web browser mempercepat pengembangan dan peluncuran (deployment) aplikasi serta mengurangi learning curve dari pengguna. Modal utama dari seorang pemakai adalah kemampuan menggunakan web browser. Teknologi Internet juga memungkinkan konvergensi berbagai aplikasi menjadi
satu. Sebagai contoh, saat ini telah dimungkinkan untuk mengirimkan data, suara, dan bahkan gambar melalui satu media Internet. Hal ini sering disebut dengan istilah konvergensi. Implikasinya adalah perusahaan dapat menghemat biaya dan dapat mengintegrasikan kesemua layanan dalam satu media. 

Selain memiliki keuntungan-keuntungan di atas sebetulnya teknologi Internet memiliki beberapa masalah. Beberapa masalah ini antara lain:

·  Sifat aplikasi web yang connectionless. Banyak aplikasi web-based bersifat connectionless sehingga agak sukar untuk aplikasi-aplikasi yang membutuhkan sifat connection-oriented seperti aplikasi yang dibutuhkan oleh aplikasi dengan keamanan tinggi. Biasanya aplikasi yang membutuhkan keamanan melakukan authentication pada awal sesinya. Kemudian untuk selanjutnya, selama sesi tersebut, pengguna dapat memberikan perintah sesuai dengan level akses yang dimilikinya. Aplikasi semacam ini agak sukar (bukannya tidak bisa, namun lebih sukar) diimplementasikan dalam sistem yang memiliki sifat connectionless seperti kebanyakan aplikasi web.

·  Tingkat keamanan yang dipertanyakan. Salah satu kendala dari layanan Internet Banking adalah ketidak-percayaan akan amannya layanan ini. Hal ini berlaku secara umum untuk layanan electronic commerce (e-commerce). Masalah ini akan dibahas pada bagian terpisah.

souece : Budi Rahardjo   budi@indocisc.com

ASPEK TEKNOLOGI DAN KEAMANAN DALAM INTERNET BANKING

Dunia Perbankan tidak berbeda dengan industri lainnya dimana teknologi Internet mulai menjadi merasuk dan bahkan sebagian sudah menjadi standar de facto. Internet Banking mulai muncul sebagai salah satu servis dari Bank. Servis ini mulai menjadi tuntutan dari sebagian nasabah bank, sama halnya dengan servis ATM dan phone banking. Akan aneh jika sebuah bank tidak memiliki ATM. Demikian pula tidak lama lagi akan aneh jika sebuah bank tidak memiliki Internet Banking meskipun jumlah pengguna Internet di Indonesia masih sedikit. Tuntutan ini datangnya dari nasabah yang menginginkan servis cepat, tersedia setiap saat (24 jam/hari, 7 hari/minggu), nyaman, dan murah. Hal ini dapat diberikan oleh layanan Internet Banking. Namun dibalik kemudahan dan kenyamanan tersebut terdapat aspek keamanan. Dalam sebuah survey oleh Ernst & Young tentang Information Security diperoleh informasi bahwa 66% responden mengatakan security dan privacy merupakan penghambat lebih besarnya penggunaan electronic commerce. Di lain pihak, apabila sebuah bank tidak melakukan internet banking, maka dia mengambil resiko untuk tidak berpartisipasi. Internet banking memberikan beberapa keuntungan yang lebih besar dibandingkan resikonya. Adapun keuntungan tersebut antara lain:

·  Business expansion. Dahulu sebuah bank harus memiliki sebuah kantor cabang untuk beroperasi di tempat tertentu. Usaha ini memerlukan biaya yang tidak kecil. Kemudian hal ini dipermudah dengan hanya meletakkan mesin ATM sehingga dia dapat hadir di tempat tersebut. Kemudian ada phone banking yang mulai menghilangkan batas fisik dimana nasabah dapat menggunakan telepon untuk melakukan aktivitas perbankannya. Sekarang ada Internet Banking yang lebih mempermudah lagi karena menghilangkan batas ruang dan waktu. Layanan perbankan sebuah bank kecil dapat diakses dari mana saja di seluruh Indonesia, dan bahkan dari seluruh dunia. 

·  Customer loyality. Nasabah, khususnya yang sering bergerak (mobile), akan merasa lebih nyaman untuk melakukan aktivitas perbankannya tanpa harus membuka account di bank yang berbeda-beda di berbagai tempat. Dia dapat menggunakan satu bank saja.

·  Revenue and cost improvement. Biaya untuk memberikan layanan perbankan melalui Internet Banking dapat lebih murah daripada membuka kantor cabang.

·  Competitive advantage. Bank yang tidak memiliki mesin ATM akan sukar berkompetisi dengan bank yang memiliki banyak mesin ATM. Maukah anda membuka account di bank yang tidak memiliki mesin ATM? Demikian pula bank yang memiliki Internet Banking akan memiliki keuntungan dibandingkan dengan bank yang tidak memiliki Internet Banking. Dalam waktu dekat, orang tidak ingin membuka account di bank yang tidak memiliki fasilitas Internet Banking.

·  New business model. Internet Banking memungkinan adanya bisnis model yang baru. Layanan perbankan baru dapat diluncurkan melalui web dengan cepat. Makalah ini akan mengulas aspek teknologi dan keamanan (security) dari Internet Banking.

Budi Rahardjo   budi@indocisc.com

Rabu, 02 Februari 2011

Random access memory (RAM)

Random access memory, RAM) adalah sebuah tipe penyimpanan computer yang isinya dapat diakses dalam waktu yang tetap tidak memperdulikan letak data tersebut dalam memori. Ini berlawanan dengan alat memori urut, seperti tape magnetik, disk dan drum, di mana gerakan mekanikal dari media penyimpanan memaksa komputer untuk mengakses data secara berurutan.

Pertama kali dikenal pada tahun 60'an. Hanya saja saat itu memori semikonduktor belumlah populer karena harganya yang sangat mahal. Saat itu lebih lazim untuk menggunakan memori utama magnetic.
Perusahaan semikonduktor seperti Intel memulai debutnya dengan memproduksi RAM , lebih tepatnya jenis DRAM.
Biasanya RAM dapat ditulis dan dibaca, berlawanan dengan read-only-memory (ROM), RAM biasanya digunakan untuk penyimpanan primer (memori utama) dalam komputer untuk digunakan dan mengubah informasi secara aktif, meskipun beberapa alat menggunakan beberapa jenis RAM untuk menyediakan penyimpanan sekunder jangka-panjang.
Tetapi ada juga yang berpendapat bahwa ROM merupakan jenis lain dari RAM, karena sifatnya yang sebenarnya juga Random Access seperti halnya SRAM ataupun DRAM. Hanya saja memang proses penulisan pada ROM membutuhkan proses khusus yang tidak semudah dan fleksibel seperti halnya pada SRAM atau DRAM. Selain itu beberapa bagian dari space addres RAM ( memori utama ) dari sebuah sistem yang dipetakan kedalam satu atau dua chip ROM.

Beberapa jenis RAM. Dari atas ke bawah: DIP, SIPP, SIMM 30 pin, SIMM 72 pin, DIMM, DDR DIMM.